Title: S E C R E TCast: Kim Misu as herself and Jung Yunho as himself
Other Cast: Cho Kyu Hyun, Soo Hee, Soo Joon, Ran dll
Genre: Series, PG17, Straight
Author: Kim Misu
Adaption from: Santa Brought a Son by Melissa McClone. (For the original story please look at it first ^ ^)
Part 1
Undangan pernikahan itu tergeletak di tengah2 meja Jung Yunho. Kartu undangan bermotif timbul berwarna gading itu seharus'nya bercampur dengan kertas2 lain yang berlomba menarik perhatian'nya, namun undangan itu seakan di cetak di kertas jingga mencolok. Tidak mungkin dia mengabaikan undangan itu lebih lama lagi.
Yunho menerima undangan itu sebulan lalu. Teman baik'nya di SMA akan menikah. Tapi Yunho terlalu sibuk untuk membalas, telah memasukkan benda sialan itu ke tas'nya dan melupakan'nya. Sampai saat ini.
Ia memutar kembali pesan voice mail itu.
"Hai Yunho, ini Jae Joong." suara teman baik'nya yang akrab berkata. "Lama tidak bertemu, sobat. Aq tahu kau sibuk, tapi kami memastikan jumlah tamu yang akan hadir untuk penyedia katering jadi aq perlu tahu apakah kau akan datang atau tidak. Semua orang akan datang dan kami sangat ingin bertemu dengan'mu. Sudah terlalu lama.Tidak tahu apakah ini ada arti'nya bagi'mu, tapi Cho Misu juga akan datang. Aq tahu kau ingat pada'nya, bahkan bila kau melupakan kami sahabat2'mu. Jaga diri'mu baik2, dan beritahu aq secepat'nya."
Jae Joong harus menyebut Cho Misu. Mungkin Jae Joong tidak harus menyebutkan nama lengkap'nya karena bagaimanapun juga Yunho tidak akan pernah lupa kalau gadis itu telah menikah dengan orang lain. Tidak ada orang lain yang mengetahui persahabatan spesial Yunho dengan gadis paling cantik dan populer di Busan High School, dan Jae Joong tidak pernah memberitahu seorang pun, walaupun kelompok kutu buku yang mereka ikuti bisa di bilang berbagi segala'nya. Yunho tidak pernah memiliki teman seloyal Jae Joong. Yunho ragu dia bisa memiliki teman seperti itu lagi.
Mengenang masa lalu, dia ingat bagaimana diri'nya begitu tergila2 pada Misu-tergila2 karena cinta. Tidak mengejutkan. Diri'nya pelajar kutu buku dan dapat menulis buku tentang menjadi kutu buku di sekolah itu. Dia telah banyak berubah sejak saat itu.
Saat mengamati jadwal'nya selama Desember, Yunho mengetukkan pena'nya di setumpuk map manila. Ketukan cepat itu membantu'nya berkonsentrasi saat dia memikirkan strategi pemasaran terbaru dan mencoba membangun pengenalan merk bagi Wintersoft Software, tapi kali ini ketukan itu hanya menghasilkan suara yang mengganggu. Perjalanan ke Inggris, konferensi di Perancis, pameran di Jepang. Pertemuan dengan analis investasi. Perjalanan ke Busan, untuk menghadiri pernikahan Jae Joong tidak mungkin di lakukan'nya.
"Lembur.. lagi?" tanya suara feminim riang dari ambang pintu kantor Yunho.
Yunho tidak perlu mendongak untuk mengetahui orang itu adalah Ran, Jin Bo Ran, Asisten Eksekutif bagi Direktur Utama Choi Soo Hee. Ran mengingatkan Yunho pada bibi kesayangan semua orang, hanya saja wanita itu berpakaian seperti wanita karier dengan setelan jas dan rok yang menarik, dan lebih mudah di ajak berbicara daripada orang asing yang tidak di kenal.
"Belum selarut itu." Yunho melirik ke luar jendela di belakang'nya dan melihat cahaya dari pencakar langit lain di langit malam Seoul. Dia bukan hanya melewatkan matahari terbenam, tapi juga makan malam. Lebih buruk lagi, dia masih mengenakan jas dan dasi'nya. "Aq tidak sadar akan waktu."
"Seperti'nya telah menjadi kebiasaan'mu." kehangatan senyum Ran mewarnai suara'nya.
"Jangan begitu, kau sendiri juga ada di sini."
"Soo Hee ingin aq ada di dekat'nya saat dia ada di kantor."
"Kau melayani'nya dengan terlalu baik."
"Dia... bos yang baik."
"Tepat sekali." Yunho meringis. "Tidak ingin bos mengira aq pemalas."
"Mengingat waktu lembur'mu, tidak ada yang berpikir begitu." Ran melangkah ke meja Yunho dan menyerahkan berkas. "Soo Hee ingin kau memeriksa kembali informasi terbaru mengenai proyek Utopia."
Yunho meletakkan'nya di atas rencana media dan laporan2 iklan di in box'nya yang padat dan dalam hati membuat catatan untuk menelepon Chang Min, Wakil Direktur Senior bidang Teknologi, untuk mengetahui apakah perkembangan Utopia sesuai jadwal atau tidak. "Aq akan membaca'nya malam ini."
"Ini sudah terlalu malam." tatapan Ran di liputi keprihatinan. "Kau harus tidur suatu waktu."
"Siapa yang butuh tidur saat aq memiliki semua ini?" Yunho menunjuk ruang kerja'nya yang penuh dengan karya seni dr negara2 yang dia kunjungi dalam rangka pekerjaan'nya, pekerjaan yang dia cintai lebih dari segala sesuatu'nya. Memastikan reputasi produk dan strategi pemasaran Wintersoft sudah tepat dan mampu di terima semua pasar serta budaya itu menantang. Berurusan dengan rencana pengenalan produk baru ketika dia tidak pernah dapat mengandalkan kepastikan tanggal selesai'nya dapat mengakibatkan sakit kepala luar biasa dan stres, tapi dia tidak ingin menukar'nya dengan apapun. Pada usia 28 tahun ini, dia wakil direktur termuda di perusahaan ini dan tidak ingin berhenti di situ.
Ran menunjuk permukaan meja Yunho yang berantakan. "Itu undangan pernikahan ?"
Yunho mengangguk. Ran mencampuri urusan setiap orang, tapi dia tidak keberatan. Wanita itu sungguh peduli pada rekan2 kerja'nya dan memberikan nasihat dengan kehangatan seorang ibu.
"Apa ada wakil direktur lain yang akan menikah?"
"Setahu'ku tidak." Tiga bulan terakhir ini, tiga eksekutif pria di Wintersoft telah menikah atau bertunangan. Pertama Park Yoo Cheon, lalu Lee Dong Hae, dan yang terakhir Choi Si Won. Keseluruhan peristiwa itu membuat Yunho waspada. Pernikahan adalah hal terakhir dalam benak'nya. Pekerjaan menyisakan sedikit waktu untuk berkencan apalagi sesuatu yang lebih serius. "Semoga Si Won'lah yang terakhir atau aq akan berakhir meminum air di sini."
"Sekarang setelah Hyu Jin melahirkan anak kembar'nya, kita harus melihat apakah penyebab'nya air di sini juga."
"Tidak lucu." Pacar sudah memboroskan waktu'nya, tapi anak2? lupakan saja. Pekerjaan'nya tidak menyisakan waktu untuk keluarga. Dia memiliki kehidupan yang sempurna. Mengapa harus merusak sesuatu yang bagus?
"Jadi siapa yang menikah?" tanya Ran.
"Teman baik'ku di SMA."
"Kedengaran'nya menyenangkan."
Hampir sama menyenangkan'nya dengan penjualan kilat selama 4 hari di sepuluh negara Eropa dengan di dampingi bos besar'mu. "Aq takkan pergi."
Ran duduk di kursi di depan Yunho. "Mengapa tidak ?"
"Terlalu sibuk." Bekerja adalah cara mencapai semua yang dia inginkan. Yunho telah mencapai kesuksesan dan menginginkan lebih. Itu membutuhkan pengorbanan-kehidupan pribadi'nya- tapi itu memang layak. "Aq akan mengirim hadiah yang bagus untuk mereka."
"Tapi kalau dia teman baik'mu.."
Yunho mengangkat bahu, meskipun melewatkan acara pernikahan Jae Joong mungkin masalah yang lebih besar daripada yang di perlihatkan'nya. "Aq akrab dengan Jae Joong dan beberapa teman lain yang sering berkumpul bersama, tapi kami semua berpencar setelah SMA."
"Dia tetap mengundang'mu." kata Ran "Itu pasti berarti sesuatu." lanjut'nya
"Aq memperoleh banyak undangan pernikahan." Yunho menatap undangan itu. "Rekan kerja, kenalan bisnis yang menginginkan sesuatu dari'ku."
"Teman'mu hanyalah menginginkan satu hari. Seperti'nya itu bukan permintaan yang sulit dari teman baik."
"Kalau aq tidak memiliki banyak pekerjaan."
Ran mendecakkan lidah'nya. "Pekerjaan bukanlah alasan."
Yunho tidak menjawab atau lebih tepat'nya tidak dapat menjawab. Ran memiliki kemampuan melihat diri seseorang yang sebenar'nya. Wanita ini menganggap'nya sebagai anugerah, tapi lebih dari 1 kesempatan seperti saat ini, Yunho berharap Ran mengembalikan kemampuan itu dan menukar'nya dengan yang lain.
"Alasan yang sama yang kaugunakan saat aq bertanya mengapa kau belum memiliki hubungan serius sejak mulai bekerja di Wintersoft."
"Aq berkencan." Kilah Yunho.
"Tapi tidak dengan wanita yang sama."
"Tidak ada yang salah dengan hal itu."
"Tidak kalau kau ingin menghabiskan sisa hidup'mu sendirian." Ran menatap Yunho dengan tatapan penasaran. "Aq ingin tahu apakah mungkin ada alasan lain. Satu2'nya wanita yang pernah kau sebut adalah Misu, kekasih'mu di SMA. Aq tahu itu sudah bertahun tahun lalu, tapi kau yakin sudah melupakan'nya ?"
"Ya."
Ran tampak tidak percaya.
"Misu bukanlah kekasih'ku." Yunho mengakui. Hanya dalam mimpi'nya gadis itu menjadi kekasih'nya. Kecuali selama 6 hari yang indah itu. "Kami hanya bersama dalam waktu singkat saat aq kuliah. Aq terlalu kutu buku untuk memiliki pacar saat SMA. Pintar, bukan kekar."
"Kau pasti orang yang telat berkembang karena kau memiliki kedua'nya sekarang."
"Trims." Yunho telah berjuang dan bekerja keras untuk menjadi pria yang seperti diri'nya saat ini.
"Jadi.. dia akan datang ke pernikahan itu ?"
"Ya." Yunho memikirkan Misu. Rambut hitam panjang dan lembut. Mata coklat, tawa hangat dan menggoda. Kerah'nya terasa sedikit sesak. Yunho mengendurkan dasi'nya. "Begitu juga suami'nya." tambah'nya, demi kepentingan diri'nya sendiri, bukan Ran.
Mata Ran melebar. "Misu sudah menikah? kapan?"
"Aq tidak yakin. Dia 2 tahun lebih muda dari'ku." tapi Yunho tahu dengan pasti dengan siapa Misu menikah-Cho Kyu Hyun, pria pilihan wanita itu. Dalam 1 hal Yunho berutang pada Misu, kalau wanita itu memilih'nya, dia tidak yakin akan dapat berkonsentrasi saat kuliah dan mewujudkan mimpi'nya.
"Kapan terakhir kali kau bertemu dengan'nya?"
"Liburan musim semi pada tahun kedua kuliah'ku." jawab Yunho. "Itu terakhir kali'nya aq berada di Busan. Setelah orang tua'ku pindah ke Seoul dan teman2'ku kuliah, tidak ada lagi alasan untuk kembali ke sana."
"Seperti'nya pernikahan teman'mu merupakan alasan yang bagus."
Ki Bum, Shin Dong dan Eun Hyuk mungkin akan datang. Sudah 3 tahun Yunho tidak pernah bertemu dengan mereka. Atau dalam hal ini Jae Joong. Pernikahan itu akan sangat menyenangkan. Yunho menatap jadwal'nya. Pasti ada suatu cara....
Ran mengambil kartu balasan. "Kau telah melewati batas waktu, tapi jangan biarkan hal itu menghentikan'mu."
Kalau Yunho mengirim orang lain ke konferensi di Jepang, dia akan memiliki waktu luang untuk pergi ke pernikahan. "Tidak."
Saat Ran menyerahkan kartu balasan itu, dahi'nya berkerut. "Jadi kau akan menghadiri pernikahan itu?"
Yunho tersenyum. "Ya."
No comments:
Post a Comment
Thanks for leaving comment~